Seperti dilansir oleh Reuters, Sabtu (2/6/2012), begitu vonis dibacakan oleh hakim Ahmed Rifaat, sejumlah orang yang ada di dalam ruang sidang langsung berteriak memprotesnya. Bahkan mereka terlibat sedikit keributan dengan penjaga keamanan pengadilan.
"Rakyat ingin proses peradilan yang bersih (bagi pejabat era Mubarak)!" teriak salah satu orang di dalam pengadilan seperti terlihat dalam tayangan televisi nasional Mesir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suasana berbeda terlihat di luar gedung pengadilan. Orang-orang terlihat sibuk bersorak bahagia atas vonis seumur hidup yang didapatkan Mubarak. "Allahu akbar!" teriak mereka.
Sedangkan salah seorang istri demonstran yang tewas dalam unjuk rasa penggulingan Mubarak, Soha Saeed, mengaku senang dengan vonis tersebut. "Saya sangat bahagia. Saya benar-benar bahagia," teriak Soha.
Namun, tidak sedikit juga warga di luar pengadilan, yang menyambut vonis tersebut dengan aksi protes. Polisi bahkan harus menggunakan granat cahaya untuk membubarkan aksi massa tersebut.
Hari ini, pengadilan Kairo menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada Hosni Mubarak. Mubarak yang kini berusia 83 tahun ini, dinyatakan bersalah atas pembunuhan sekitar 850 demonstran selama revolusi 18 hari pada awal tahun 2011 lalu. Namun, hakim membebaskan Mubarak aats dakwaan korupsi yang dijeratkan kepadanya.
Sementara itu, hakim juga menjatuhkan vonis penjara seumur hidup kepada mantan Menteri Dalam Negeri Mesir, Habib al-Adly. Adly juga diadili atas kasus pembunuhan para demonstran, sama seperti Mubarak. Sedangkan 6 orang mantan kepala keamanan Mesir era Mubarak yang diadili dalam kasus yang sama, dibebaskan oleh hakim.
Terakhir, hakim menggugurkan dakwaan korupsi yang dijeratkan kepada dua putra Mubarak, Alaa dan Gamal.
(nvc/nrl)











































