Breivik sengaja ditempatkan dalam sel terpisah demi alasan keamanan. Sebab, beberapa waktu lalu ada seorang tahanan yang berniat membunuhnya di dalam sel. Namun dalam kondisi seperti ini, Breivik jadi tidak pernah berinteraksi dengan orang laln sama sekali.
"Banyak langkah antisipasi yang diciptakan di lingkungan sekeliling Breivik demi menghindari upaya penyanderaan, yang mungkin menjadi satu-satunya jalan baginya untuk melewati seluruh lapisan pengamanan yang khusus diciptakan antara dia dan kebebasan," ujar Kepala Penjara Ila, Knut Bjarkeid, kepada surat kabar lokal, Verdens Gang, dan dilansir oleh The Australian, Sabtu (2/6/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh karena itu, untuk menghindari agar Breivik tidak benar-benar terisolasi dari manusia, maka pihak penjara akan memberikannya waktu khusus untuk berolahraga atau mungkin bermain catur dan lain sebagainya. Untuk mewujudkan hal ini, pihak penjara akan mempekerjakan atau menyewa seseorang untuk menemani Breivik saat melakukan aktivitas-aktivitas tersebut.
"Kami berencana untuk menciptakan sebuah komunitas profesional di sekelilingnya, dengan para sipir dan juga personel yang dipekerjakan," tutur Bjarkeid.
Dengan mempekerjakan seseorang untuk menemani Breivik agar tak kesepian, tentu ada bayaranya. Meski Bjarkedi enggan menyebutkan berapa besar bayaran 'teman sewaan' tersebut, namun menurut informasi, bayaran yang diberikan mencapai sekitar 188 krone per jam atau sekitar Rp 288 ribu per jam.
Hukum di Norwegia melarang agar seorang narapidana ditempatkan dalam sel isolasi dalam jangka waktu yang lama, karena dianggap sebagai bentuk kekejaman dan tidak manusiawi. Breivik yang saat ini masih menjalani masa persidangan di Norwegia, diperkirakan akan mendekam paling sedikit selama 21 tahun di penjara.
(nvc/nrl)











































