Menurut para aktivis seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (1/6/2012), para korban merupakan pekerja sebuah pabrik pupuk di Qusayr.
"Para pekerja berada dalam bus ketika mereka dipaksa berhenti di pos pemeriksaan di pinggiran Qusayr," kata Salim Kabbani dari Komite Koordinasi Lokal, yang mengorganisir aksi-aksi protes.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakannya, kekerasan seperti itu rutin di Qusayr, sebuah kota yang terletak sebelah barat daya Kota Homs. "Pos pemeriksaan di mana para pekerja dibunuh adalah berbahaya, orang-orang kerap disiksa di sana," cetus Kabbani.
Video amatir yang diposting ke YouTube oleh para aktivis memperlihatkan jasad-jasad diletakkan berdampingan. Beberapa jasad mengalami luka-luka tembak di bagian kepala. Video lain yang diposting hari Jumat ini menunjukkan ratusan orang di Qusayr turun ke jalan untuk melakukan pemakaman para korban.
Pada 24 dan 25 Mei lalu, sekitar 108 warga sipil Suriah, sebagian besar anak-anak dan wanita, tewas dibantai di Kota Houla. Dewan Keamanan PBB mengecam pemerintah Suriah atas pembantaian tersebut. Namun rezim Suriah membantah terlibat dalam peristiwa itu dan menyebutnya sebagai ulah para teroris bersenjata antipemerintah.
(ita/nrl)











































