Berniat Bunuh Ayah Gadis yang Ditaksirnya, Pria Ini Dibui 9 Tahun

Berniat Bunuh Ayah Gadis yang Ditaksirnya, Pria Ini Dibui 9 Tahun

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 01 Jun 2012 17:48 WIB
Berniat Bunuh Ayah Gadis yang Ditaksirnya, Pria Ini Dibui 9 Tahun
Cape Town, - Pengadilan Afrika Selatan (Afsel) menjatuhkan hukuman penjara 9 tahun kepada seorang pria berkebangsaan Australia. Pria ini melempar bom molotov ke rumah seorang gadis yang disukainya dan mendalangi rencana pembunuhan ayah gadis tersebut di Cape Town.

Seperti dilansir oleh AFP, Jumat (1/6/2012), pengadilan menjerat Shumsheer Singh Ghumman dengan dakwaan penipuan, merencanakan pembunuhan, percobaan pembunuhan dan menimbulkan kerusakan berbahaya.

Dia diketahui sengaja menyewa seorang pembunuh bayaran untuk membunuh ayah Hannah Rhind, gadis yang ditaksirnya. Namun ketika pembunuh bayaran tersebut justru memberitahu keluarga korban untuk melapor ke polisi, Ghumman yang ada di dekat lokasi justru melempar bom molotov ke rumah yang ada di wilayah elite di Cape Town tersebut.

Diduga motif Ghumman hingga nekat melakukan tindakan ini karena dendam terhadap sang gadis. Diungkapkan dalam persidangan, Ghummam yang seorang mantan manajer keuangan yang sukses di Inggris, bertemu dengan gadis yang ditaksirnya, Hannah Rhind, di London, Inggris pada tahun 2009 lalu.

Tapi sang gadis justru melapor ke polisi karena merasa dikuntit oleh Ghummam. Pada tahun yang sama, Ghummam pun divonis bersalah oleh pengadilan di Inggris atas dakwaan pelecehan seksual.

Usai menjalani hukuman di Inggris, Ghummam mengikuti Hannah hingga ke Afrika Selatan. Di negara safari tersebut, Ghummam mengaku sebagai jurnalis lepas dan meminta tolong kepada sebuah media lokal untuk dipertemukan dengan preman setempat dengan dalih untuk keperluan artikelnya.

Ghummam kemudian dipertemukan dengan seorang pria yang merupakan preman setempat. Tapi dia justru menawari pria tersebut uang sebesar 10 ribu rand (Rp 11 juta) dan memintanya untuk membunuh ayah Hannah yang seorang pengusaha minyak kaya di Afsel. Namun pria tersebut justru memberitahu keluarga Hannah dan meminta mereka untuk melapor polisi.

(nvc/ita)


Berita Terkait