Duh! Saksi Kasus Pembunuhan di Filipina Tewas Dimutilasi

Duh! Saksi Kasus Pembunuhan di Filipina Tewas Dimutilasi

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 01 Jun 2012 15:45 WIB
Duh! Saksi Kasus Pembunuhan di Filipina Tewas Dimutilasi
Manila, - Mengerikan! Seorang pria dibunuh di Filipina karena menjadi saksi mata dalam kasus pembunuhan massal yang melibatkan keluarga politisi ternama. Pria ini ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan. Tubuhnya dimutilasi dengan gergaji mesin!

Otoritas setempat menduga, pembunuhan ini bermuatan politis untuk membungkam saksi-saksi lain dalam kasus yang sama. Korban yang bernama Esmail Amil Enog itu dilaporkan menghilang sejak Maret lalu.

Menurut jaksa penuntut umum Nena Santos, Enog menghilang sejak memberi kesaksian di persidangan dalam kasus pembunuhan 57 orang yang disebut-sebut menyeret keluarga politisi berpengaruh di Filipina. Kasus pembunuhan massal itu terjadi pada November 2009 lalu.

"Jasadnya ditempatkan di dalam sebuah karung dan kondisinya telah terpotong, mungkin oleh gergaji mesin, menjadi beberapa bagian," jelas Santos seperti dilansir oleh AFP, Jumat (1/6/2012).

Namun Santos menolak menjelaskan lebih lanjut soal lokasi dan waktu penemuan jasad tersebut. Sebabnya, kasus ini sangat sensitif dan mengancam keselamatan pihak-pihak yang terlibat di dalamnya.

"Jika kami menyebutkan nama seseorang, bisa-bisa dia juga berakhir tewas," tuturnya.

Enog dikenal sebagai salah satu karyawan keluarga Ampatuan di Maguindanao. Di persidangan sebelumnya, Enog mengakui, dirinyalah yang mengantarkan para pria bersenjata ke lokasi di mana 57 korban tersebut diculik. Beberapa hari kemudian, korban-korban tersebut ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di sebuah kuburan massal.

Para korban terdiri atas kerabat dan pengacara dari Esmael Mangudadatu yang merupakan rival politik keluarga Ampatuan, serta 32 jurnalis dan pekerja media setempat. Jaksa menduga, pembunuhan ini sengaja dilakukan demi menghentikan langkah Mangudadatu dalam pemilihan gubernur melawan Ampatuan.

Kasus ini sempat menghebohkan publik Filipina. Bahkan mantan presiden saat itu, Gloria Arroyo, terpaksa melengserkan Ampatuan yang jelas-jelas merupakan sekutunya, dari kursi gubernur di wilayah selatan Filipina yang telah dijabatnya selama beberapa dekade. Dalam kasus ini, yang menjadi terdakwa adalah Andal Ampatuan Snr dan putra-putranya, serta 64 orang yang terlibat pembunuhan tersebut.

Kasus ini dinilai sangat sensitif. Sebabnya pada tahun 2010 lalu, seorang saksi lainnya juga dibunuh oleh pihak misterius. Sedangkan kerabat para saksi mata ikut diserang oleh pihak tak dikenal.

(nvc/ita)


Berita Terkait