Menurut Wakil Kepala Kepolisian Dhaka, Lutful Kabir, terdapat 8 pemuda yang memasuki kantor media online, bdnews24.com, pada Senin (28/5) malam waktu setempat. Dengan membawa golok, pemuda-pemuda tersebut langsung menyerang orang-orang yang ada di dalam kantor dengan membabi buta. Merela pun kemudian kabur.
Serangan ini melukai 9 wartawan yang ada di kantor saat kejadian. Beberapa mengalami luka parah dan harus dilarikan ke rumah sakit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari foto-foto lokasi kejadian yang dipublikasikan oleh bdnews24.com dalam portal beritanya, terlihat cipratan darah di lantai ruang redaksi mereka. Menteri Dalam Negeri Bangladesh, Shara Khatun, telah memerintahkan penyelidikan menyeluruh atas insiden ini. Hal ini disampaikannya usai berkunjung ke kantor bdnews24.com di wilayah Mohakhali.
Belum diketahui apa motif pelaku dalam penyerangan berdarah ini. Polisi setempat masih melakukan penyelidikan atas insiden ini.
Secara terpisah, pihak bdnews24.com mengaku terkejut dengan adanya insiden ini. Tidak diketahui pasti apakah serangan ini memang sengaja direncanakan sebelumnya.
"Kami sangat terkejut. Kami menuntut untuk segera dilakukan penangkapan dan persidangan bagi para pelaku," tutur news editor bdnews24.com, Gazi Nasir Uddin Ahmed kepada AFP.
Insiden ini kian menambah panjang daftar kekerasan terhadap jurnalis di Bangladesh dalam beberapa bulan terakhir. Terakhir pada Sabtu (26/5) lalu, tiga jurnalis foto dari surat kabar ternama Prothom Alo mengalami tindak pemukulan oleh polisi. Kemudian pada Februari lalu, sepasang jurnalis televisi ditikam hingga tewas di rumah mereka di Dhaka.
Diketahui bahwa bdnews24.com merupakan media online yang paling disegani di Bangladesh. Jumlah pembaca portal berita bdnews24.com seringkali mengungguli media-media online lainnya.
(nvc/ita)











































