Annan tiba di Suriah pada Senin, 28 Mei waktu setempat. Mantan Sekjen PBB itu menyatakan kengeriannya atas pembantaian warga sipil di Houla.
"Saya bermaksud melakukan pembicaraan serius dan jujur dengan Presiden Bashar al-Assad. Saya juga menantikan untuk berbicara dengan banyak orang lainnya selama saya berada di sini," kata Annan pada Senin, 28 Mei waktu setempat.
Statemen itu dikeluarkan setibanya Annan di Damaskus. Setelah itu Annan bertemu Menteri Luar Negeri Suriah, Walid Muallem. Annan juga akan melakukan pertemuan dengan perwakilan masyarakat sipil dan oposisi.
Rencana damai Suriah yang diusulkan Annan seharusnya telah dimulai dengan gencatan senjata sejak 12 April lalu. Namun perjanjian gencatan senjata itu telah dilanggar nyaris setiap hari.
(ita/nrl)











































