Tak Terima Dicerai Istri, Pria Tembak Mati Anak Lalu Bunuh Diri

Tak Terima Dicerai Istri, Pria Tembak Mati Anak Lalu Bunuh Diri

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 29 Mei 2012 11:15 WIB
Tak Terima Dicerai Istri, Pria Tembak Mati Anak Lalu Bunuh Diri
Wina, - Tak terima dicerai oleh istrinya, seorang pria di Austria melampiaskan kemarahan pada anak laki-lakinya yang masih berusia 8 tahun. Pria ini menembak mati putra kandungnya itu lalu menembak dirinya sendiri hingga tewas.

Seperti dilansir oleh Daily Mail, Selasa (29/5/2012), peristiwa maut ini terjadi di St Poelten, Austria, pada Jumat (25/5) waktu setempat. Pria berusia 37 tahun ini mendatangi sekolah dasar tempat anaknya bersekolah, lalu dia menyeret bocah itu keluar dari ruang kelas.

Di halaman sekolah, pria yang gelap mata ini menodongkan pistol berkaliber 9mm ke kepala anaknya yang ketakutan tersebut. Tidak hanya itu, dia juga memaksa putrinya yang masih berumur 7 tahun untuk melihat saat dia menembakkan pistol itu ke kepala putranya.

Setelah menembak anaknya, pria yang tidak disebutkan namanya ini langsung kabur dengan menggunakan mobilnya. Sedangkan bocah malang ditinggalkan tergeletak begitu saja dalam kondisi kritis, sebelum akhirnya mendapat pertolongan pertama dari tim medis yang kebetulan sedang mengunjungi sekolah tersebut.

Dalam pengejaran polisi, pria tersebut akhirnya tewas bunuh diri. Dia menembak dirinya sendiri saat sedang mengemudikan mobilnya.

"Kami meyakini bahwa motifnya adalah balas dendam kepada istrinya," ujar juru bicara kepolisian setempat, Inspektur Alfred Schueller.

'Sang istri baru saja melayangkan gugatan cerai karena adanya kekerasan dalam rumah tangga. Dan pria tersebut dilarang untuk memasuki rumah yang ditinggali oleh istri dan kedua anaknya," imbuhnya.

Meski mendapat pertolongan pertama, nyawa bocah ini tak bisa diselamatkan. Saat menjalani perawatan di rumah sakit, dia dinyatakan meninggal dunia karena cedera kepala yang sangat serius akibat tembakan tersebut.

"Semua upaya medis telah dilakukan, tapi anak tersebut akhirnya meninggal dunia dengan tragis," ucap Dr Christoph Hormann yang menangani anak tersebut.

(nvc/ita)


Berita Terkait