Ketua Komisi Pemilu Mesir, Farouq Sultan mengatakan dalam konferensi pers yang disiarkan televisi di Kairo, tidak ada calon yang berhasil mendapat mayoritas suara selama pemungutan suara pada 23-24 Mei 2012.
Sebagai konsekuensinya, kandidat dari Ikhwanul Muslimin, Muhammad Mursi dan mantan menteri di era kepresidenan Hosni Mubarak, Ahmed Shafiq harus mengikuti pemilu putaran kedua.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mursi meraih 24,3 persen suara, sementara Shafiq memperoleh 23,3 persen suara. Sementara itu, beberapa kandidat yang telah kalah menentang hasil pemilu presiden putaran pertama.
Salah satunya, Abdel Moneim Abol Fotouh, seorang Islam Independen yang juga mantan anggota Ikhwanul Muslimin menuduh ada jutaan pound yang dicuri dan dibagikan kepada rakyat untuk membeli suara.
"Saya menolak hasil pemilu presiden ini," kata Fotouh yang mendapat peringkat keempat dengan 17,2 persen suara.
Kandidat kalah lainnya, Hamdeen Sabahi mengklaim adanya pelanggaran pemilu. Sabahi berada di peringkat ketiga dengan 20,7 persen suara.
Kandidat Amr Moussa, mantan kepala Liga Arab dan menteri luar negeri era Mubarak yang memperoleh 10,9 suara, juga merasa ada kejanggalan di pemilu presiden ini.
"Ada tanda tanya dan pelanggaran di hasil pemilu, namun hal itu tidak merubah pikiran kita tentang demokrasi dan perlunya memilih presiden kita," ujar Moussa.
(fdn/fdn)











































