China Kecam Pembantaian Warga Sipil di Suriah

China Kecam Pembantaian Warga Sipil di Suriah

- detikNews
Senin, 28 Mei 2012 17:10 WIB
China Kecam Pembantaian Warga Sipil di Suriah
Damaskus, - Pemerintah China mengecam pembantaian lebih dari 100 orang di Kota Houla, Suriah tengah. China pun menyerukan penyelidikan segera guna mengidentifikasi mereka yang bertanggung jawab atas pembantaian warga sipil itu.

Kementerian Luar Negeri China menyatakan "sangat shock" atas pembunuhan massal tersebut. China pun mendesak penerapan segera rencana damai mantan Sekjen PBB Kofi Annan yang diangkat sebagai utusan PBB-Liga Arab untuk Suriah.

Hal ini disampaikan sehari setelah PBB mengutuk serangan artileri yang dilancarkan pasukan rezim Suriah di Houla yang menelan banyak korban jiwa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"China sangat shock dan mengecam keras insiden itu," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Liu Weimin seperti dilansir AFP, Senin (28/5/2012). Namun China tidak menuding pemerintah Suriah sebagai pelaku pembantaian massal tersebut.

"China menyerukan penyelidikan segera atas isu ini dan menemukan para pelakunya. Insiden ini sekali lagi menunjukkan bahwa Suriah tak boleh menyia-nyiakan waktu untuk melakukan gencatan senjata dan menghentikan kekerasan," imbuhnya.

China dan Rusia -- keduanya telah lama dikenal sebagai sekutu erat Suriah -- menuai kritikan internasional awal tahun ini karena memveto dua resolusi Dewan Keamanan PBB. Resolusi tersebut mengecam kekerasan yang terus dilakukan pasukan rezim Suriah terhadap para demonstran antipemerintah.

Namun China dan Rusia mendukung upaya-upaya Annan untuk mengembalikan perdamaian di Suriah. Meskipun rencana damai Annan yang terdiri dari enam poin itu, yang seharusnya dimulai dengan gencatan senjata sejak 12 April lalu, telah beberapa kali gagal.

"Kami harap Annan akan terus memainkan peran aktif dan pihak-pihak terkait akan terus memberikan dukungan atas proposal enam poin dari Annan," tandas Liu.

Pemerintah Suriah telah membantah keterlibatan pasukan mereka dalam pembantaian di Houla. Menurut pihak Suriah, penembakan warga sipil tersebut dilakukan para teroris.

(ita/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads