Sebelum Terlambat, Rusia Harus Intervensi Krisis Suriah

Sebelum Terlambat, Rusia Harus Intervensi Krisis Suriah

- detikNews
Senin, 28 Mei 2012 15:32 WIB
Sebelum Terlambat, Rusia Harus Intervensi Krisis Suriah
Damaskus, - Pembantaian warga sipil terus terjadi di Suriah. Pemerintah Rusia yang punya pengaruh besar atas Suriah, didesak untuk mengintervensi dalam krisis Suriah sebelum semuanya terlambat.

Diingatkan bahwa pembantaian setidaknya 108 orang, termasuk 32 anak-anak di Kota Houla, telah menyebabkan Suriah berada di ambang perang saudara.

Hal tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) Inggris William Hague seperti dilansir harian Inggris, Telegraph, Senin (28/5/2012) sebelum bertolak ke Moskow, Rusia untuk bertemu Menlu Rusia Sergei Lavrov.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hague mendesak pemerintah Moskow untuk membantu mewujudkan rencana PBB untuk Suriah yang dimediasi oleh mantan Sekjen PBB Kofi Annan. "Rusia punya pengaruh yang sangat besar atas rezim Suriah," kata Hague.

"Kita punya banyak perbedaan pandangan dengan Rusia di Dewan Keamanan PBB, namun Rusia mendukung rencana Annan dan saya berharap Rusia akan melipatgandakan upaya-upayanya untuk membuat rezim Assad menerapkan rencana tersebut," tutur Hague.

Menurut Hague, Rusia dan siapapun juga pasti tidak ingin melihat Suriah jatuh ke situasi yang lebih parah, yakni perang sipil yang kini mengancam negeri itu.

DK PBB telah mengutuk pembantaian yang terjadi di Houla. Pembantaian warga sipil tersebut menurut kelompok oposisi, dilakukan oleh pasukan rezim Suriah. Atas kejadian ini, DK PBB akan kembali menggelar pertemuan untuk membahas langkah-langkah apa yang akan diambil terhadap rezim Suriah.


(ita/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads