"Sejumlah petugas polisi tengah melakukan patroli rutin di wilayah Rod al-Farag ketika mereka mendengar suara tembakan dan kemudian pergi memeriksanya," ujar salah seorang pejabat keamanan senior Mesir, seperti dilansir oleh AFP, Rabu (23/5/2012).
"Seorang polisi terjebak di antara baku tembak dan tewas tertembak," imbuhnya.
Insiden baku tembak tersebut terjadi pada Selasa (22/5) waktu setempat, tepat sehari sebelum pemilu digelar. Pejabat tersebut, juga menegaskan bahwa insiden baku tembak ini tak terkait dengan pemilihan presiden yang digelar pada 23-24 Mei ini.
"Insiden tersebut tidak terkait dengan pemilu, namun hanya pertempuran yang biasa terjadi," jelasnya.
Sebelumnya diberitakan, pemilu bersejarah Mesir menelan korban jiwa. Seorang polisi tewas ditembak di sebuah tempat pemungutan suara (TPS) di Kairo, Mesir hari ini.
Polisi Mesir tersebut terkena peluru di bagian dada, ketika dirinya berada di antara baku tembak antara para pendukung dua kandidat presiden. Dalam insiden yang terjadi di luar TPS di distrik Rod al-Farag, Kairo tersebut, satu orang lainnya terluka.
Dalam pemilu ini tercatat lebih dari 50 juta pemilih yang akan memilih satu dari 13 kandidat yang bersaing untuk menggantikan Mubarak. Pemilihan presiden (pilpres) ini akan berlangsung dua hari dan digelar di 13.000 TPU yang tersebar di berbagai penjuru negeri.
Hasil awal diperkirakan baru akan diketahui pada Minggu, 27 Mei waktu setempat. Jika tak ada kandidat yang meraih suara mayoritas dalam pilpres putaran pertama ini, maka dua kandidat teratas akan berhadapan dalam putaran kedua yang akan digelar bulan depan.
Selama pemilu berlangsung, sekitar 300 ribu polisi dan tentara akan dikerahkan di berbagai wilayah Mesir untuk mengamankan setiap TPS. Pilpres ini menandai fase akhir dari transisi bergejolak yang dipimpin dewan militer berkuasa menyusul tergulingnya Mubarak pada tahun lalu.
(nvc/mad)











































