"Berdasarkan ajaran Islam dan fatwa jelas pemimpin tertinggi, produksi dan penggunaan senjata pemusnah massal adalah haram dan tak punya tempat dalam doktrin pertahanan Republik Islam Iran," tegas Ahmadinejad seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (23/5/2012).
Fatwa tersebut pernah disampaikan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei pada tahun 2004 atau 2005. Khamenei telah beberapa kali berbicara mengenai penolakannya atas senjata nuklir. Terakhir pada 22 Februari lalu, Khamenei mengatakan bahwa memiliki bom atom merupakan dosa besar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pesan Ahmadinejad tersebut dibacakan dalam konferensi di Kota Borujerd, Iran barat untuk memperingati para korban senjata kimia selama perang melawan Irak tahun 1980-188. Pesan ini disampaikan sebelum pembicaraan mengenai nuklir Iran dengan negara-negara besar digelar di Baghdad, Irak, hari Rabu waktu setempat.
Selama ini, Amerika Serikat, Israel dan sejumlah negara lainnya mencurigai Iran diam-diam berupaya mengembangkan senjata nuklir lewat program nuklir yang dijalankannya. Namun Teheran berulang kali membantah tudingan itu. Ditegaskan Iran, program nuklirnya semata-mata untuk tujuan damai, yakni sebagai pembangkit energi bagi kepentingan sipil.
(ita/vta)











































