Presiden Korea Selatan (Korsel) Lee Myung-Bak menganggap isu pelanggaran HAM Korea Utara (Korut) lebih mendesak untuk ditangani ketimbang soal program nuklir atau rudalnya.
Hal tersebut dicetuskan Lee ketika bertemu sejumlah anggota Kongres Amerika Serikat (AS). Termasuk dalam rombongan tersebut adalah anggota DPR AS, Ileana Ros-Lehtinen, yang menjadi ketua Komite Urusan Luar Negeri DPR AS.
"Mengenai isu Korut, isu HAM tidak kalah penting daripada uji coba nuklir atau peluncuran rudal," kata Kim seperti ditirukan juru bicara kepresidenan Korsel, Lee Miyon.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Miyon, dalam pertemuan itu, delegasi AS menjanjikan bahwa Kongres AS akan bekerja lebih aktif untuk memperbaiki HAM Korut.
Ros-Lehtinen dan lima anggota Kongres AS lainnya tiba di Seoul, Korsel pada Selasa, 22 Mei lalu untuk melakukan kunjungan selama empat hari. Dalam kunjungan ini, delegasi AS tersebut juga akan menemui Presiden Kim dan Menteri Unifikasi Yu Woo-Ik serta mengunjungi wilayah perbatasan dengan Korut.
Lawatan para anggota Kongres AS ini dilakukan di tengah meningkatnya kekhawatiran bahwa Korut akan kembali melakukan uji coba nuklir. Pada 13 April lalu, negeri komunis itu telah gagal melakukan peluncuran roket jarak jauh. (ita/)











































