Diguncang Gempa 6 SR, Italia Berlakukan Keadaan Darurat

Diguncang Gempa 6 SR, Italia Berlakukan Keadaan Darurat

Moksa Hutasoit - detikNews
Selasa, 22 Mei 2012 23:37 WIB
Diguncang Gempa 6 SR, Italia Berlakukan Keadaan Darurat
Jakarta - Perdana Menteri Italia, Mario Monti, menyatakan negara tersebut dalam keadaan darurat pasca gempa yang melanda. Monti berjanji akan memberikan lebih banyak bantuan kepada wilayah-wilayah yang terkena dampak besar akibat gempa berkekuatan 6 SR.

"Kita harus mengaktifkan kembali jaringan industri yang menjadi karakteristik dari Italia dan yang begitu penting bagi seluruh negeri," kata Monti seperti dilansir dari Reuters, Selasa (22/5/2012).

Monti menjelaskan, pemerintahnya akan menangguhkan pajak rumah serta pabrik di sekitar kota Modena, Ferrara, Mantova dan Bologna, wilayah yang terkena bencana ini. Ia juga sudah memerintahkan kepada bank agar meningkatkan pinjaman kepada perusahaan-perusahaan yang terkena dampak gempa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keadaan darurat ini akan berlangsung selama 60 hari ke depan. Sebuah Badan Perlindungan Sipil pun sudah dibentuk sebagai koordinator pemulihan kondisi.

Ribuan penduduk Italia menghabiskan malam kedua mereka, setelah gempa, dengan tidur di mobil dan tenda-tenda di timur laut Italia. Salah satu pengungsi mencemaskan lamanya ia akan berada dalam tempat penampungan.

"Kami khawatir kami mungkin ada di sini untuk waktu yang lama karena rumah kami sudah berusia 100 tahun," kata Maria, saat ia berdiri di bawah payung di tengah hujan di luar tenda biru besar yang didirikan oleh Badan Perlindungan Sipil, Italia.

Usai gempa tersebut, rumah dan bangunan bersejarah menjadi puing-puing di pedesaan yang jarang penduduknya sekitar kota Ferrara, jantung industri Italia. Gempa ini juga menghancurkan sebuah rumah yang merupakan karya arsitektur tak ternilai.

Puluhan gempa susulan dirasakan sepanjang malam dan hujan lebat melanda wilayah tersebut. Hal ini menghambat upaya petugas setempat yang tiba dari seluruh Italia untuk menawarkan makanan dan tempat pengungsian.

Gas, air dan listrik telah dimatikan di sejumlah daerah, dan puing-puing bangunan masih berserakan di berbagai ruas jalan desa setempat. Sehingga petugas setempat berencana tetap bertahan memberikan bantuan hingga situasi kembali kondusif.

(mok/tor)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads