Otoritas Yaman Bekuk 2 Pelaku Bom Bunuh Diri yang Hendak Beraksi

Otoritas Yaman Bekuk 2 Pelaku Bom Bunuh Diri yang Hendak Beraksi

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 22 Mei 2012 17:29 WIB
Otoritas Yaman Bekuk 2 Pelaku Bom Bunuh Diri yang Hendak Beraksi
Sanaa, - Otoritas Yaman berhasil membekuk dua pelaku bom bunuh diri yang hendak beraksi di wilayah Sanaa. Kedua pria ini menyembunyikan bom yang berbentuk sabuk, di balik seragam militer yang mereka kenakan.

"Dua orang pria mengenakan bom sabuk yang masing-masing memuat 13 kg bahan peledak," ujar salah seorang pejabat keamanan setempat yang enggan disebut namanya, seperti dilansir oleh AFP, Selasa (22/5/2012).

Penangkapan ini menyusul kewaspadaan otoritas setempat pasca insiden bom bunuh diri yang menewaskan 96 orang tentara. Kedua pria tersebut ditangkap di Sanaa, pada Senin (21/5) waktu setempat, beberapa saat setelah aksi bom bunuh diri di Lapangan Sabeen. Disinyalir, dua pria hendak melakukan aksi lanjutan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mereka berencana untuk melakukan serangan bom bunuh diri lanjutan," imbuh pejabat tersebut.

Sebelumnya diberitakan, korban jiwa akibat aksi bom bunuh diri Yaman terus bertambah dan kini mencapai setidaknya 96 orang tentara tewas dalam insiden tersebut. Sedangkan sekitar 300 orang tentara lainnya mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan di rumah sakit. Para korban luka ditangani di 7 rumah sakit yang tersebar di Sanaa.

Dalam aksi bom bunuh diri kemarin (21/5), pelaku mengenakan seragam militer dan meledakkan bomnya di tengah-tengah ratusan tentara Yaman yang tengah berlatih untuk parade militer. Parade militer tersebut akan dilakukan untuk memperingati 22 tahun unifikasi Yaman Selatan dan Utara. Otoritas setempat menyatakan, bom tersebut diketahui berdaya ledak tinggi sehingga memakan banyak korban.

Jaringan Al-Qaeda di Yaman, yang sering disebut 'Al-Qaeda in the Arabian Peninsula' (AQAP), telah mengaku bertanggung jawab atas aksi tersebut. Dalam pernyataannya, mereka mengaku berniat menjadikan Menteri Pertahanan dan pemimpin AS lainnya sebagai sasaran, karena mereka memicu perang di wilayah Yaman Selatan.

Serangan bom ini merupakan aksi pengeboman paling mematikan sejak Presiden Yaman Abdrabuh Mansur Hadi dilantik pada Februari lalu. Hadi berjanji akan memerangi keberadaan militan Al-Qaeda yang meningkat di negeri itu.

(nvc/vit)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini