Seperti dilansir oleh The Detroit News, Selasa (22/5/2012), Sandra Layne (74) dikenai dakwaan pembunuhan dan tindak pidana penembakan berat yang berujung pada kematian cucunya, Jonathan Hoffman (17). Persidangan yang digelar Senin (21/5) waktu setempat ini, dihadiri oleh suami Layne beserta keluarga dan rekannya.
Dalam persidangan, diungkapkan bahwa Layne telah menembak Jonathan di bagian dada pada Jumat (18/5) malam waktu setempat di kondominiumnya di West Bloomfield Township. Sang cucu sempat menelepon polisi untuk meminta bantuan meski menderita sejumlah luka tembak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polisi pun memeriksa sekitar lokasi dan diyakini bahwa di dalam kondominium tersebut hanya ada Layne dan cucunya saja. Layne pun akhirnya ditangkap polisi dan kemudian diadili. Sepanjang persidangan, nenek ini hanya tertunduk lesu.
Hasil autopsi menemukan 8 luka tembak pada tubuh Jonathan dan ada 2 peluru yang bersarang di dalam tubuh remaja tersebut. Dalam persidangan, jaksa penuntut meminta dilakukannya tes mental terhadap Layne untuk mengetahui kondsi kejiwaannya.
Diketahui bahwa Jonathan tinggal bersama neneknya di Michigan sejak awal masuk SMA. Kedua orangtuanya terpaksa pindah ke Arizona untuk mendampingi adik perempuan Jonathan, yakni Jessica (15), yang menjalani perawatan di rumah sakit setempat karena menderita tumor otak.
Selama tinggal bersama, Jonathan dan neneknya memang beberapa kali terlibat adu mulut. Namun tidak diketahui pasti apa penyebabnya. Sedangkan Jonathan sendiri pernah tertangkap polisi karena memiliki dan mengkonsumsi mariyuana. Dia dinyatakan bersalah dan kemudian dijatuhi hukuman percobaan selama 12 bulan.
Diduga, saat itulah Layne membeli sebuah senjata api jenis Glock. Pengacara Layne menyebut kliennya merasa takut dengan kehadiran Jonathan di rumahnya. Saat kejadian, polisi menemukan sejumlah narkoba di dalam kamar Jonathan.
(nvc/vit)











































