Seperti dilansir oleh Channel News Asia, Senin (21/5/2012), seorang pendaki asal Jerman berusia 61 tahun dan seorang pendaki asal Korea Selatan (Korsel) berusia 44 tahun tewas di sisi selatan gunung. Mereka ditemukan tewas pada Minggu (20/5) waktu setempat.
"Kami sangat berduka harus mengumumkan kematian Eberhard Schaad asal Jerman di wilayah selatan Mount Everest," ujar direktur Asian Trekking, Ang Tshering Sherpa, agensi yang menyelenggarakan pendakian ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Staf medis pada Asosiasi Penyelamatan Himalaya meyakini bahwa penyebab kematian adalah penyakit ketinggian," imbuh Sherpa.
Sementara itu, korban tewas ketiga disampaikan secara terpisah oleh pejabat Kementerian Pariwisata, Tilak Pandey di base camp Everest. Pandey menuturkan, seorang wanita Nepal kelahiran Kanada bernama Shriya Shah, dilaporkan tewas saat tengah mendaki pada Minggu (20/5).
"Sebagian besar kematian ini disebabkan oleh penyakit ketinggian. Para pendaki menghabiskan energi mereka saat mendaki ke atas dan mereka pun kelelahan dan bahkan kehabisan tenaga saat melintasi lereng," jelas Sherpa.
Dia menambahkan, seorang pendaki asal China dan seorang pemandu asal Nepal dilaporkan masih hilang hingga saat ini.
Perlu diketahui bahwa penyakit ketinggian (altitude sickness) biasanya menyerang para pendaki ketika berada di atas ketinggian 8.000 kaki. Penyakit ini muncul karena suplai oksigen yang berkurang di wilayah ketinggian tersebut. Gejala yang dialami para pendaki saat terkena penyakit ini adalah sakit kepala, pusing, dan mual.
(nvc/ita)











































