Pertempuran meletus Jumat malam sampai Sabtu (19/5), di pinggiran Kota Jaar. Tentara pemerintah yang didukung serangan militer AS, terus berupaya mendorong gerilyawan di wilayah tersebut.
"Pertempuran sengit, elemen bersenjata melakukan segala upaya untuk segala kemungkinan menghentikan kemajuan pasukan pemerintah," kata seorang pejabat pemerintah, seperti dilasir Reuters, Sabtu (19/5).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Serangan udara lainnya menghancurkan sebah kendaraan yang digunakan militan, serta menewaskan 2 orang di Provinsi Bayda.
Washington meningkatkan serangan pesawat tanpa awak di Yaman sejak Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi mulai menjabat Februari lalu. Sementara itu pihak Pentagon mengatakan, awal bulan ini pihaknya kembali mengirim pelatih militer ke negara Arab tersebut.
(ahy/ahy)











































