"Aksi Google ini menujukkan ada usaha-usaha untuk tidak mengakui eksistensi negara kami," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Ramin Mehmanparast, seperti dikutip dari AFP, Kamis (17/5/2012).
Ia menambahkan pihaknya akan melakukan sebuah langkah hukum secara resmi apabila Google tidak memperbaiki kesalahan mereka. Selain itu menurutnya bukti sejarah menunjukkan perairan tersebut merupakan sebuah bagian tak terpisahkan dari Iran, sehingga wajar apabila disebut Teluk Persia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya Pemerintah Iran juga pernah melakukan protes terhadap beberapa negara yang memilih menggunakan sebutan Teluk Arab daripada Teluk Persia.
Malah, pada 2010, Iran pernah memberikan peringatan kepada pilot pesawat udara yang melintas di wilayah udara Iran karena menggunakan sebutan Teluk Arab, saat melintas di wilayah udara Iran.
(riz/fjp)











































