Insiden ini diawali ketika pemuda tersebut meminta uang sebesar 10 ringgit atau sekitar Rp 30 ribu kepada ayahnya (45). Namun sang ayah menolak.
Permintaannya tidak dituruti, pemuda ini naik pitam. Dia kemudian menuangkan bensin di sekeliling rumahnya di Kampung Gong Kijang, Bukit Tunggal, lalu membakarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat kejadian, sang ayah tengah memberi makan ternaknya di luar rumah. Demikian seperti dilansir AsiaOne, Selasa (15/5/2012).
Salah seorang tetangga melapor ke polisi setelah melihat aksi pemuda tersebut membakar rumahnya. Si pemuda yang melarikan diri usai membakar rumahnya, berhasil ditangkap oleh petugas keamanan desa setempat. Dia kemudian diserahkan ke polisi.
Sang ayah mengakui perubahan perilaku putranya tersebut. Dia selalu marah dan bertindak kasar tiap kali permintaannya tidak dipenuhi. Pada Jumat (11/5) lalu, sang ayah bahkan memergoki putranya mencuri uang dari kios makanan milik ibunya.
Sang ayah mengaku heran dengan sikap putranya ini. Sebab, awalnya pemuda tersebut rajin belajar dan berprestasi, sebelum akhirnya mengenal narkoba dan menggunakan sabu sejak 2 tahun lalu.
"Dia mendapatkan hasil yang baik ketika bersekolah di sekolah kejuruan, tapi kemudian dia memutuskan berhenti sekolah dan memilih bekerja," tandas sang ayah.
(nvc/ita)











































