Pemuda Afghan 20 Jam Sembunyi dalam Kap Mobil Demi Menyusup ke Italia!

Pemuda Afghan 20 Jam Sembunyi dalam Kap Mobil Demi Menyusup ke Italia!

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 15 Mei 2012 16:29 WIB
Pemuda Afghan 20 Jam Sembunyi dalam Kap Mobil Demi Menyusup ke Italia!
Roma, - Benar-benar nekat! Seorang pria muda asal Afghanistan bersembunyi dalam kap mesin mobil karena ingin menyusup ke wilayah Italia. Pemuda berusia 18 tahun ini menghabiskan waktu selama 20 jam di dalam kap mesin mobil yang panas tersebut.

Pemuda yang tidak disebutkan identitasnya ini, berniat untuk menghindari pemeriksaan imigrasi di pelabuhan dengan bersembunyi di dalam kap mesin mobil. Namun sayang, niatnya tidak berjalan mulus karena petugas imigrasi mencurigai mobil Nissan yang menjadi tempat persembunyiannya.

Mobil ini dikemudikan oleh seorang pria berkebangsaan Bulgaria, Kaloyanov Ivaylo (24) dan didampingi seorang penumpang bernama Georgieva Stanislava (39), yang juga berkebangsaan Bulgaria. Keduanya baru saja tiba dari Yunani dengan kapal feri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Petugas imigrasi di kota pelabuhan Bari, Italia, mulai curiga ketika pengemudi Nissan tersebut tampak gugup saat melewati pemeriksaan imigrasi. Mereka menghentikan mobil tersebut dan melakukan pemeriksaan.

Benar saja, petugas menemukan seorang pemuda bersembunyi di bagian dalam kap mesin mobil. Pemuda tersebut berbaring di ruang sempit yang ada di antara mesin-mesin mobil. Bersamanya, ditemukan sebotol air minum dan sebuah selimut yang digunakan sebagai alas.

Kedua warga negara Bulgaria tersebut langsung ditangkap. Sementara si pemuda imigran gelap tersebut dilarikan ke rumah sakit untuk diperiksa kesehatannya. Sebabnya, pemuda tersebut ditemukan dalam keadaan setengah tak sadarkan diri.

"Pria muda tersebut dalam kondisi sedikit tergencet di celah sempit antara mesin dan ban mobil, di bawah kap mesin. Kondisinya mengerikan dan dia hanya memiliki sebuah selimut dan bantal sebagai alasnya agar lebih nyaman, serta sebuah botol air minum," terang juru bicara kantor imigrasi di Bari, seperti dilansir oleh Daily Mail, Selasa (15/5/2012).

"Kami harus menghentikan mobil tersebut karena pasangan yang ada di dalamnya terlihat sangat gugup dan ragu-ragu saat diminta untuk menunjukkan dokumen mereka -- karena itu kami melakukan pemeriksaan di lokasi dan ditemukannya pemuda tersebut," imbuhnya.

Diketahui bahwa kapal feri yang menuju Italia berangkat dari wilayah Patras, Yunani pada Minggu (13/5) pagi waktu setempat. Kapal berhenti sebentar di Igoumenitsa dan kemudian melanjutkan perjalanan ke Bari. Rute ini memang dikenal sebagai rute favorit para imigran gelap yang ingin masuk ke Italia. Sebabnya, setiap orang yang ingin masuk ke Italia harus membayar biaya minimum 5.000 Euro atau sekitar Rp 59 juta.

(nvc/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini