Insiden ini terjadi pada 30 Agustus 2011 lalu. Saat itu, Jeevan Ashok yang berprofesi sebagai manajer di sebuah perusahaan, menggunakan taksi yang dikemudikan oleh Lip Tuck Seng (46).
Perjalanan yang ditempuhnya mengambil rute Orchard Towers menuju ke Tampines Street 23. Ketika tiba di lokasi yang dituju, Jeevan menolak untuk membayar tarif sebesar 27 dolar Singapura atau sebesar Rp 199 ribu. Dia berlalu begitu saja dan berjalan meninggalkan Lip.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Lip tetap mengejarnya untuk menagih ongkos taksi. Seorang sopir taksi lainnya, Yeo Tee Toong (45), yang tengah melintas ikut membantu Lip.
Berhasil dihentikan oleh Lip, Jeevan bersikeras enggan membayar. Dia bahkan mengaku dirinya tidak pernah naik taksi yang dikemudikan Lip.
Tanpa banyak bertanya, Jeevan menantang Lip untuk berkelahi dan menyebut dirinya memiliki koneksi dengan orang-orang penting di Singapura. Menanggapi tantangan tersebut, sopir taksi tersebut menolak untuk meladeninya. Namun tiba-tiba Jeevan menonjok wajah Lip.
Perbuatan ini lantas dilaporkan ke polisi dan Jeevan pun diseret ke pengadilan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Pengadilan pun menyatakan pemuda itu bersalah dan menjatuhkan vonis 4 minggu penjara terhadapnya.
Belakangan diketahui bahwa Jeevan pernah terlibat kasus yang nyaris serupa sebelumnya. Jeevan dinyatakan bersalah karena berperilaku mengganggu ketertiban dan melakukan pidana berkaitan dengan kegiatan berlalu lintas. Dia dihukum denda sebesar 1.500 dolar Singapura atau sekitar Rp 11 juta pada 1 Januari 2012 lalu.
(nvc/ita)











































