Jadi Mata-mata Israel & Bunuh Ilmuwan Nuklir, Pria Iran Dihukum Gantung

Jadi Mata-mata Israel & Bunuh Ilmuwan Nuklir, Pria Iran Dihukum Gantung

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 15 Mei 2012 13:24 WIB
Teheran, - Otoritas Iran menghukum gantung seorang pria terkait kasus pembunuhan seorang ilmuwan nuklir ternama pada tahun 2010 lalu. Pria ini juga dinyatakan bersalah karena menjadi mata-mata Israel.

"Majid Jamali Fashi, mata-mata Mossad dan pelaku pembunuhan Masoud Ali Mohammadi, ilmuwan nuklir ternama bangsa kita, telah dihukum gantung pada Selasa pagi," ujar kantor kejaksaan Teheran seperti dikutip oleh kantor berita IRNA dan dilansir oleh AFP, Selasa (15/5/2012).

Pada 28 Agustus 2011 lalu, Majid dinyatakan bersalah dalam kasus pembunuhan Ali Mohammadi. Ali yang merupakan profesor fisika di Universitas Teheran ini tewas akibat ledakan bom di luar rumahnya pada Janauri 2010 lalu. Majid yang merupakan tersangka utama ini, dijatuhi vonis mati oleh pengadilan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bersalah melakukan Moharebeh (perang melawan Allah) dengan merakit bom sepeda dan meledakkannya di depan rumah Ali Mohammadi, berkolaborasi dengan rezim Zionis dan Mossad," demikian putusan yang dijatuhkan terhadap Majid saat itu.

Majid juga dinyatakan bersalah karena telah bekerja sama dengan agensi mata-mata Israel, Mossad. Majid disebut-sebut menerima imbalan sebesar US$ 120 ribu atau sekitar Rp 1,1 miliar atas informasi intelijen yang diberikan kepada Mossad.

Selama ini, Iran selalu menyalahkan Israel dan juga Amerika Serikat (AS) atas tewasnya 4 ilmuwan dan ahli nuklir mereka sejak tahun 2010. Hal ini didasari oleh kecurigaan negara-negara Barat dan juga Israel terhadap Iran yang disebut-sebut tengah mengembangkan senjata nuklir dengan diam-diam.

(nvc/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini