Kelompok Militan Mengaku Bertanggung Jawab Atas Dua Ledakan Damaskus

Kelompok Militan Mengaku Bertanggung Jawab Atas Dua Ledakan Damaskus

Sukma Indah Permana - detikNews
Minggu, 13 Mei 2012 05:29 WIB
Jakarta - Sebuah kelompok militan di Suriah bernama al-Nusra mengaku bertanggung jawab atas dua ledakan bom di Damaskus pada Kamis (10/5). Pengakuan ini dirilis lewat video yang diunggah ke internet.

Video ini dinarasikan oleh seorang pria yang suaranya disamarkan. Di dalamnya tidak terdapat bukti bahwa kelompok inilah yang mengeksekusi serangan yang disebut pemerintah Suriah sebagai serangan bom bunuh diri ini.

Dalam narasinya, pria itu mengatakan bahwa ledakan bom itu merupakan respon atas serangan pasukan keamanan pemerintah di kota-koa pemberontak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pria tersebut mengatakan Damaskus menjadi target karena merupakan sarang rezim pemerintahan. "Hal ini karena pihak rezim melakukan serangan di perumahan warga di pinggiran Kota Damaskus, Idlib, Hama, Deraa dan daerah lain," lanjut pria tersebut seperti yang dikutip detikcom dari Reuters, Minggu (13/5/2012).

Pria dalam video itu juga meminta pemerintah untuk menghentikan pembantaian terhadap warga Sunni. Pemberontakan di Suriah sudah terjadi 4 dekade pemerintahan rezim Assad. Pasalnya elit politik dan militer di Suriah dipegang oleh Alawit Assad yang merupakan Islam Syi'ah.

Sementara pemberontak dan aktivis Suriah membantah terkait dengan serangan ini. Mereka menuduh justru pemerintah ada di balik serangan bom yang menewaskan 55 orang ini.

(ega/ega)


Berita Terkait