"Jika kembali mengingat masa sekolah, saya memang melakukan beberapa hal bodoh dan jika ada seseorang yang terluka akibat tindakan saya atau merasa tersinggung ... dengan jelas, saya meminta maaf," ujar Romney dalam wawancara dengan radio Fox News dan dilansir oleh Reuters, Jumat (11/5/2012).
"Tapi di luar itu semua, masa-masa sekolah sudah lama berlalu dan saya senang karena saya mendapatkan teman-teman yang baik saat itu," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Romney mengatakan, perilakunya semasa sekolah memang seringkali melewati batas dan cenderung keterlaluan. Namun lebih lanjut, Romney membantah dirinya semasa muda merupakan seorang siswa yang senang mem-bully temannya.
"Saya ikut melakukan banyak kenakalan dan kejahilan semasa sekolah dulu, dan mungkin beberapa di antaranya memang keterlaluan," ucapnya.
Namun saat ditanya lebih lanjut soal insiden bullying terhadap John Lauber seperti yang ditulis oleh The Washington Post, Romney mengaku tidak ingat sama sekali.
"Saya tidak ingat insiden tersebut dan saya beritahukan kepada Anda bahwa saya tidak yakin orang itu homoseksual. Sangat sulit sekali untuk kembali mengingat apa yang terjadi pada tahun 1960-an, jadi kasus itu tidak ada," terangnya.
Artikel The Washington Post soal Romney tersebut muncul pasca isu pernikahan sesama jenis menjadi salah satu isu pokok dalam perdebatan pemilihan presiden AS mendatang. Terlebih setelah Presiden AS Barack Obama secara terbuka menyatakan dukungannya atas pernikahan sesama jenis.
Namun banyak pihak yang mempertanyakan, apakah adil jika perilaku seorang capres saat masih muda menjadi bahan pembahasaan saat ini.
(nvc/ita)











































