"Ini bersejarah, saya sangat bahagia," kata Ari Spectorman, seorang penasihat keuangan berumur 50 tahun seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (10/5/2012).
"Ini menunjukkan betapa cepat isu ini berkembang di pikiran publik. Para politikus tidak takut lagi," imbuh pria berumur 50 tahun itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia akan terpilih kembali. Seluruh komunitas gay akan mendukungnya. Kami butuh kesetaraan," kata Bryan Ellicott, seorang transgender berumur 22 tahun.
Namun ada pula yang mengkhawatirkan bahwa hal ini bisa membuat Obama kalah dalam pemilihan presiden AS pada November mendatang.
"Saya pikir dia membuat kesalahan strategis yang buruk," cetus Niki Buchanan, warga New York. "Dia telah kehilangan lima negara bagian atas hal itu. Dia mungkin tak akan terpilih lagi," kata pria berumur 37 tahun itu.
New York merupakan satu dari enam negara bagian AS yang melegalkan pernikahan gay. Pernikahan gay juga dilegalkan di ibukota Washington, DC.
Sebelumnya, dalam wawancara dengan ABC News, Obama terang-terangan mendukung pernikahan sesama jenis. Menurutnya, sikapnya ini tak lepas dari pembicaraannya dengan istri dan kedua putrinya. Hal ini menjadikan Obama sebagai presiden AS pertama yang secara terbuka mendukung pernikahan sesama jenis.
(ita/nrl)











































