"Kami belum menemukan kapsul-kapsul terkait di China," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Hong Lei seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (9/5/2012).
"Kementerian Kesehatan akan menyelidiki lebih jauh hal ini bersama-sama dengan departemen keamanan publik terkait, industri dan perdagangan serta bea cukai," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Obat-obat tersebut kabarnya diisi dengan daging janin atau bayi yang meninggal, yang kemudian dikeringkan dan dijadikan serbuk. Obat tersebut kemudian digunakan sebagai penyembuh penyakit atau untuk meningkatkan gairah seks.
Hasil penyelidikan otoritas China sejauh ini, tidak ditemukan bukti bahwa kapsul-kapsul tersebut diproduksi di China.
Menurut para pakar, praktik tersebut bermula dari kepercayaan takhayul bahwa memakan bagian-bagian tubuh bayi akan meningkatkan kekuatan fisik atau menyembuhkan penyakit.
Pemberitaan mengenai kapsul daging manusia ini pertama kali muncul di media Korsel pada Agustus 2011 lalu. Pihak Bea Cukai Korea akan memonitor ketat penerbangan-penerbangan dari wilayah-wilayah tertenti China dan memerika barang-barang bawaan penumpang lebih ketat dari sebelumnya.
Menurut Bea Cukai Korsel, obat-obat tersebut dikirimkan dari setidaknya empat kota di China atas permintaan para pelanggan di Korsel. Namun pengiriman tersebut berhasil digagalkan.
(ita/nrl)











































