Yolanda Quesada asal Milwaukee, AS dipecat dari unit gadai di Wells Fargo setelah bank tersebut memeriksa latar belakang wanita tersebut. Hasil pemeriksaan, dia pernah didakwa atas kasus pengutilan 40 tahun lampau.
Pemecatan yang dilakukan pada Senin, 7 Mei waktu setempat ini tentunya mengecewakan Quesada. Apalagi dia telah bekerja di bank tersebut selama 5 tahun dan selama ini kinerjanya dinilai bagus. Terbukti, dia telah beberapa kali mendapat penghargaan dan sertifikat dari tempatnya bekerja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan Quesada, dirinya tidak tahu kalau Wells Fargo meneliti latar belakangnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wanita tua itu pernah ditangkap dua kali pada tahun 1972 karena mengutil. Saat itu dia dikenai denda US$ 50 untuk kasus pelanggaran pertama dan mendapat hukuman percobaan satu tahun untuk kasus pelanggaran kedua.
Quesada mengatakan, dirinya malu karena telah mencuri beberapa baju dari toko di Milwaukee tersebut namun saat itu dia membutuhkan baju untuk dipakai bekerja.
Menurut Quesada, adalah tidak adil jika kasus yang dilakukannya di masa muda menyebabkan dirinya kehilangan pekerjaan, 40 tahun kemudian. Terlebih karena dia bekerja di bagian layanan pelanggan yang tugasnya menjawab telepon dan tidak pernah berurusan dengan uang dalam pekerjaannya.
Namun juru bicara Wells Fargo membela tindakan pihaknya memecat Quesada. Dikatakannya, perubahan regulasi perbankan tahun lalu mengharuskan mereka meneliti latar belakang semua pegawai unit gadai termasuk pemeriksaan sidik jari dengan FBI.
"Karena Wells Fargo merupakan institusi penjamin simpanan, kami diwajibkan oleh hukum federal yang secara umum melarang kami mempekerjakan atau terus memakai setiap orang yang kami tahu punya catatan kejahatan yang terkait ketidakjujuran atau pelanggaran kepercayaan," tegas juru bicara Wells Fargo, Jim Hines.
(ita/nrl)











































