Empat politikus senior Irak mengancam akan membawa mosi tidak percaya terhadap pemerintahnya. Mereka adalah Osama al-Nujaifi, Masoud Barzani, Iyad Allawi dan Moqtada al-Sadr. Ancaman ini terkait sikap otokratis pengambilan keputusan yang dilakukan Perdana Menteri Nuri al-Maliki.
Seperti dikutip detikcom dari Reuters, Minggu (6/5/2012), beberapa lawan Maliki, termasuk Barzani dan Sadr, menuduhnya menjadi diktator. Ketegangan antara blok Sunni dan Syiah telah menghambat kemampuan pemerintah untuk menuntaskan kebijakan-kebijakan vital.
Surat yang ditujukan kepada PM Maliki menguraikan tuntutan yang harus dipenuhi pada 13 Mei. Hal ini untuk memastikan dukungan empat politikus tersebut untuk Maliki.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Surat itu meminta pemerintah untuk hentikan keikutsertaan pasukan keamanan pada kerja parlemen. Selain itu terdapat juga poin yang mengkritik otokratis pemerintah dalam pengambilan keputusan.
Sementara tuntutan lain dari surat ini adalah untuk mengakhiri segala bentuk one-man pengambilan keputusan dalam piramida pemerintah dan kecenderungan otokrasi.
Selain itu, di dalam surat itu dijelaskan untuk memastikan transfer kekuasaan untuk membangun pondasi dan prinsip demokrasi agar tidak memungkinkan iklim kediktatoran. "Pihak Maliki akan mengadakan pertemuan dengan semua pihak koalisi dalam waktu seminggu. Pertemuan ini untuk menuntaskan solusi krisis," jelas Ibrahim al-Jaafari, ketua koalisi, dalam websitenya.
(van/van)











































