Ledakan pertama terjadi Kamis (3/5) sekitar pukul 22.30 waktu setempat, ketika polisi tengah memberhentikan sebuah mobil untuk melakukan pemeriksaan dokumen. Polisi menduga ledakan yang cukup besar tersebut dipicu oleh si pengemudi mobil.
Beberapa saat kemudian, ledakan kedua terjadi ketika petugas pemadam kebakaran dan juga ambulans mulai berdatangan ke lokasi kejadian. Demikian seperti disampaikan oleh Komite Antiteroris Nasional kepada kantor berita Rusia, RIA-Novosti, dan dilansir oleh Reuters, Jumat (4/5/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Potongan tubuh manusia tersebar di lokasi kejadian," tutur petugas kepolisian tersebut.
Akibat ledakan ini, dilaporkan pos polisi yang menjadi sasaran nyaris hancur dan rata dengan tanah. Sebuah saluran gas yang ada di dekat lokasi juga mengalami kerusakan akibat ledakan ini.
Diketahui wilayah Dagestan menjadi domisili para pemberontak ekstremis Islam yang ingin memisahkan diri dari Rusia dan mendirikan negara Islam sendiri. Wilayah Dagestan yang ada di daerah North Caucasus ini sering dilanda aksi penembakan dan pengeboman.
(nvc/vta)











































