Tan terbangun pada Minggu (29/4) pagi lalu dan melihat istrinya masih tertidur di sisinya. Wanita itu menderita flu selama beberapa hari terakhir. Malam sebelumnya dia masih mengalami demam.
Tan mengambil termometer untuk mengukur suhu tubuh istri terkasihnya itu. Suhu tubuhnya rendah. Namun Tan mengira hal itu dikarenakan kamar mereka yang ber-AC. Kemudian, pria berumur 36 tahun itu tertegun melihat rahang istrinya yang kelihatan kaku.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun semua sudah terlambat. Dion Tan, wanita berumur 36 tahun itu telah meninggal sekitar 2-3 tiga jam sebelumnya. Demikian menurut paramedis yang tiba di lokasi kemudian.
Semua itu bermula pada Kamis (26/4) pekan lalu ketika Dion mengalami demam, suhu tubuhnya mencapai 39 derajat Celcius. Tan pun membawa istrinya ke klinik dan dokter memberinya obat demam, batuk dan antibiotik. Dokter menyebut sang istri hanya menderita flu yang akan sembuh dalam beberapa hari.
Namun kondisi Dion tak kunjung membaik. Pasangan itu pun pergi ke klinik lain pada Sabtu (28/4) malam lalu. "Dokter bilang itu mungkin infeksi virus, namun dia tampak tak begitu khawatir dan tidak menyarankan untuk pergi ke rumah sakit," kata Tan seperti dilansir Asia One, Kamis (3/5/2012).
Dokter itu pun memberikan obat untuk diminum Dion. Setelah meminum obat, Dion pun tertidur pada sekitar pukul 10 malam hari Sabtu itu. Namun itulah terakhir kali Tan melihat istrinya hidup.
Saat ini penyebab kematian Dion masih diselidiki. Hasilnya baru akan diketahui dalam beberapa bulan mendatang. Tan pun hanya bisa pasrah menerima takdir ini. Kini, prioritasnya adalah membesarkan kedua buah hatinya -- putrinya yang berumur 4 tahun dan putranya yang masih berusia 4 bulan.
(ita/ita)











































