Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) Jepang Koichiro Gemba dalam percakapan dengan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Luar Negeri (Menlu) Israel Avigdor Lieberman.
Gemba yang tiba di Israel pada Selasa, 1 Mei waktu setempat, melakukan pembicaraan telepon dengan Netanyahu yang tengah berduka atas kepergian ayahnya. Gemba juga bertemu Menlu Israel Lieberman. Selanjutnya Gemba akan bertemu PM Palestina Salam Fayyad di Kota Ramallah, Tepi Barat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara dalam pertemuan dengan Lieberman, Gemba mengatakan, Jepang memiliki kekhawatiran yang sama dengan komunitas internasional mengenai program nuklir Iran. Dikatakannya, penting untuk terus menekan Iran terkait program nuklirnya.
"Penting untuk meneruskan tekanan efektif terhadap Iran karena tekanan tersebut mulai menunjukkan efeknya, hingga tingkat tertentu," kata Gemba kepada Lieberman seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (2/5/2012).
"Mengenai opsi militer terhadap Iran, Menlu Gemba mendesak Menlu Lieberman untuk bersabar dan menahan diri," demikian disampaikan dalam statemen tersebut.
"Opsi (militer) tersebut akan menciptakan kebingungan politik baru dan ketegangan di wilayah tersebut serta memberikan alasan baru bagi Iran untuk melanjutkan program nuklirnya," kata Gemba kepada Lieberman.
Komunitas internasional telah menjatuhkan serangkaian sanksi berat kepada Iran atas program nuklirnya. Iran dicurigai diam-diam bermaksud mengembangkan senjata nuklir lewat programnya tersebut. Namun pemerintah Iran berulang kali menegaskan bahwa program nuklirnya semata-mata untuk tujuan damai, yakni sebagai pembangkit energi bagi kepentingan sipil.
(ita/nrl)











































