Upaya tersebut dilakukan untuk membubarkan sekitar 500 demonstran yang menyerukan kenaikan upah. Demikian diungkapkan kepolisian dan saksi mata seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (1/5/2012).
Kepolisian Timor Leste mengatakan, polisi terpaksa bertindak demikian setelah para demonstran mulai melemparkan batu- batu dan bergerak menuju sebuah hotel tempat sejumlah staf diberhentikan belum lama ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu demonstrasi ilegal karena secara hukum, setiap demonstrasi membutuhkan izin empat hari sebelumnya," kata Komandan Kepolisian Distrik Dili Pedro Belo.
"Ketika kami mencoba menjelaskan, mereka tidam mau mendengar dan melemparkan batu-batu ke polisi dan kendaraan-kendaraan kami. Kami telah menangkap 84 orang -- sembilan wanita dan sisanya pria," tutur Belo.
"Tiga polisi dan seorang petugas keamanan swasta terluka. Dua kendaraan rusak dan tujuh jendela pecah," imbuhnya.
Menurut saksi mata, para demonstran menuntut kenaikan upah. Timor Leste, negeri bekas kedaulatan RI tersebut tercatat sebagai salah satu negara paling miskin di dunia.
(ita/nrl)











































