Pemimpin oposisi Myanmar Aung San Suu Kyi dan partainya National League for Democracy (NLD) akan mengakhiri boikot parlemen dengan bersedia diambil sumpahnya sebagai anggota parlemen. Ini berarti Suu Kyi akan bersumpah melindungi konstitusi yang selama ini ditentangnya dan menjadi momen berakhirnya perseteruan dengan pemerintah Myanmar.
"Sebagai bentuk respek atas keinginan rakyat dan sebagai pertimbangan atas permintaan dari para anggota parlemen dari partai-partai demokratis dan para anggota parlemen independen, kami telah memutuskan untuk menghadiri parlemen," kata Suu Kyi kepada para wartawan seperti dilansir kantor berita Reuters, Senin (30/4/2012).
"Kami akan pergi ke sana secepat mungkin dan mengambil sumpah dan menghadiri parlemen," tutur peraih Nobel Perdamaian itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Alasan kami menerima (sumpah), pertama-tama adalah karena keinginan rakyat. Para pemilih kami memilih kami karena mereka ingin melihat kami di parlemen," tegas Suu Kyi.
Suu Kyi dan para anggota NLD yang terpilih menjadi anggota parlemen akan pergi menghadiri sesi parlemen pada Rabu, 2 Mei. NLD telah memboikot pemilu yang digelar pada November 2010 lalu. Namun kemudian NLD ikut serta dalam pemilihan sela yang digelar 1 April dan memenangi semua kecuali 1 kursi dari total 44 kursi yang diperebutkan. (/)











































