Pihak Vatikan mengecam serangan-serangan teroris terhadap umat Kristen di Kenya dan Nigeria yang merenggut 21 nyawa. Vatikan pun menyerukan pengendalian diri atas lingkaran kekerasan tersebut.
"Serangan teroris baru di Kenya dan Nigeria saat perayaan Kristen tersebut merupakan perbuatan mengerikan dan tercela," ujar juru bicara Vatikan Federico Lombardi seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (30/4/2012).
"Kita harus mendorong seluruh penduduk untuk tidak menyerah pada godaan untuk jatuh ke lingkaran keji kebencian yang membunuh," imbuh Lombardi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian dalam serangan terpisah di Nairobi, Kenya, seorang pria meledakkan granat saat misa gereja. Seorang jemaat tewas dalam serangan itu. Juga tak ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Namun Nairobi telah berulang kali diguncang ledakan-ledakan bom sejak akhir 2011 lalu. Pemerintah Kenya menuding kelompok militan Somalia, Shebab yang terkait Al-Qaeda mendalangi serangan-serangan tersebut.
(ita/)











































