Cameron mengatakan, dirinya sangat berduka mendengar kematian pria berumur 60 tahun itu. Cameron pun mencetuskan, para pelaku tak memiliki respek akan kehidupan manusia dan aturan hukum.
"Ini perbuatan mengejutkan dan tanpa ampun," cetus Cameron seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (30/4/2012).
"Khalil Dale telah mendedikasikan bertahun-tahun hidupnya untuk membantu sebagian orang yang paling rapuh di dunia dan simpati saya untuk keluarga dan teman-temannya," demikian disampaikan Cameron dalam statemennya.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Inggris William Hague juga mengecam pembunuhan Khalil. Disebutkan Hague, pemerintah Inggris telah berupaya tiada henti untuk membebaskan Khalil sejak dirinya diculik di Provinsi Baluchistan, Pakistan pada Januari lalu.
Khalil ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan di areal perkebunan di Pakistan pada Minggu, 29 April waktu setempat. Manajer program kesehatan Palang Merah tersebut tewas dengan leher digorok. Pada tubuhnya ditemukan pesan yang memberitahukan bahwa dia dibunuh karena tak ada uang tebusan yang dibayarkan.
Khalil tengah mengatur program kesehatan di Kota Quetta, Pakistan ketika sekelompok pria bersenjata menculiknya di jalanan dekat kantornya. Identitas para penculik tidak diketahui. Namun wilayah Quetta yang dekat perbatasan Afghanistan itu, merupakan basis para militan yang sebelumnya pernah melakukan penculikan untuk meminta tebusan.
Khalil telah bekerja untuk Palang Merah selama bertahun-tahun. Dia telah melakukan berbagai tugas di Somalia, Afghanistan dan Irak. (ita/)











































