Amankan Olimpiade, Atap Bangunan di London Akan Dipasangi Rudal

Amankan Olimpiade, Atap Bangunan di London Akan Dipasangi Rudal

Muhamad Arif - detikNews
Minggu, 29 Apr 2012 09:28 WIB
Amankan Olimpiade, Atap Bangunan di London Akan Dipasangi Rudal
London -

Dalam rangka menjaga keamanan Olimpiade, Kementerian pertahanan Inggris sedang mencari lokasi di London untuk menyimpan peluncur rudal. Ada kemungkinan atap tempat tinggal warga juga dimanfaatkan oleh para tentara.

Kabar ini pertama kali disampaikan oleh beberapa penghuni apartemen di London Timur melalui akun twitter. Mereka diberi tahu bahwa akan ada penyebaran tentara militer dan polisi di atas bangunan, termasuk rudal.

Seorang wartawan yang juga penghuni apartemen itu, Brian Whelan mengatakan, sudah ada pemberitahuan dari pengelola gedung melalui selebaran bahwa akan ada rencana 10 militer polisi yang berjaga selama 2 bulan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mereka akan melakukan penjagaan dan menempatkan rudal berkecepatan tinggi di gedung saya bersama dengan para tentaranya," katanya seperti dilansir Dailymail, Minggu (29/4/2012).

Sebuah bangunan di Bow, London Timur tampaknya dipilih karena memiliki menara jam tua dan dekat dengan penyelenggaraan Olimpiade yang hanya memakan waktu 10 menit dengan berjalan kaki.

Meski begitu, belum ada keputusan final tentang penyebaran rudal. Proses pembahasan masih dilakukan dengan kepolisian setempat.

"Sistem pertahanan udara berbasis darat bisa dikerahkan sebagai bagian dari rencana berlapis keamanan udara untuk Olimpiade, termasuk jet dan helikopter cepat, yang akan melindungi dari atas langit di London selama Olimpiade berlangsung," kata kementerian setempat.

Sebuah pasukan keamanan lebih dari 40.000, yang didukung oleh operasi intelijen besar, akan mengamankan tempat atlet dan jutaan pengunjung yang diharapkan akan datang berbondong-bondong ke ibukota Inggris tersebut untuk menyaksikan Olimpiade.

Sebelumnya pada tahun 2005, empat pembom bunuh diri menyerang tiga kereta bawah tanah dan bus yang menewaskan 52 orang.

(rif/mad)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini