Najib mengungkapkan keprihatinannya lewat Twitter. "Marilah kita berdoa dan lewat media sosial kita mempergencar pencarian Nayati," tulis Najib dalam akunnya.
"Sebagai seorang ayah, saya memohon agar Nayati tidak dilukai. Saya telah berbicara langsung dengan IGP (Inspektur Jenderal Kepolisian Tan Sri Ismail Omar) untuk menyelidiki masalah ini," tulis Najib seperti dilansir harian Malaysia, The Star, Sabtu (28/4/2012).
Nayati yang berseragam sekolah, diculik pada Jumat, 27 April sekitar pukul 07.35 waktu setempat. Saat itu Nayati sudah dekat dengan sekolahnya, Mont' Kiara International School (MKIS) yang tidak jauh dari rumahnya di Kuala Lumpur.
Menurut saksi mata, kedua pria berkendara sedan hitam, menarik anak tersebut saat sedang berjalan kaki. Bocah tersebut langsung diangkat masuk ke dalam mobil dan kendaraan itu pun segera melaju kencang.
Orangtua Nayati meminta para penculik untuk membebaskan putra semata wayang mereka tersebut. "Kami cuma ingin dia pulang ke rumah dengan selamat. Tolong bebaskan putra kami dan hubungi kami," pinta ayah Nayati, Sham Moodliar.
Atas kejadian ini, kepolisian tengah menyelidiki dan memburu para penculik. Warga sekitar pun mendatangi rumah keluarga Nayati untuk memberikan dukungan kepada orangtua Nayati yang bersedih. Warga pun ikut menyebarkan poster anak laki-laki tersebut.
Teman-teman sekolah Nayati juga telah menggunakan situs berbagi YouTube untuk memohon pembebasannya. Mereka juga menyerukan publik untuk menyebarkan berita penculikan ini lewat sosial media. Pihak sekolah juga memposting hilangnya Nayati di situs resmi mereka, www.mkis.edu.my.
(ita/ita)











































