Konflik Suriah, 60 Orang Tewas Dalam Sehari

Konflik Suriah, 60 Orang Tewas Dalam Sehari

- detikNews
Selasa, 24 Apr 2012 15:58 WIB
Konflik Suriah, 60 Orang Tewas Dalam Sehari
Damaskus, - Korban jiwa terus berjatuhan di Suriah. Kekerasan terhadap warga sipil di negeri itu belum juga berakhir meski kemarin sempat dilakukan gencatan senjata. Dilaporkan bahwa dalam satu hari, sedikitnya 60 orang tewas dalam sejumlah aksi kekerasan di Suriah.

"Sebanyak 31 warga sipil tewas terbunuh akibat serangkaian tembakan dari tentara pemerintah di wilayah Arbaeen, Hama," demikian seperti disampaikan oleh organisasi HAM Suriah, Syrian Observatory for Human Rights, dan dilansir oleh AFP, Selasa (24/4/2012).

Sedangkan 16 orang lainnya tewas akibat kekerasan di wilayah Provinsi Idlib. Di antara korban tewas tersebut, sebanyak 13 orang, termasuk wanita dan anak-anak, tewas akibat ledakan di sebuah lokasi penambangan di desa Jarjanaz.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara korban tewas lainnya, termasuk 5 tentara pemerintah, tewas dalam aksi kekerasan di sejumlah wilayah lain di Suriah. Jika ditotal, ada sekitar 60 orang yang tewas pada Senin (23/4) kemarin.

Sebelumnya diberitakan, utusan khusus PBB untuk Suriah, Kofi Annan, telah meminta dilakukan gencatan senjata di seluruh wilayah Suriah. Gencatan ini dimaksudkan sebagai upaya untuk menekan kekerasan militer Suriah terhadap warga sipil dalam unjuk rasa yang berlangsung sejak awal tahun 2011 lalu.

Annan memerintahkan gencatan senjata diterapkan di Suriah sejak 12 April lalu. Namun ternyata itu hanya bertahan beberapa hari saja sebelum akhirnya aksi kekerasan militer kembali terjadi.

Aksi unjuk rasa menentang resim Presiden Bashar al-Assad hingga saat ini terus berlangsung di Suriah sejak Maret tahun lalu. Sejauh ini, PBB mencatat lebih dari 9 ribu orang tewas dalam unjuk rasa antirezim Assad sejak Maret 2011 lalu. Namun menurut organisasi pengamat HAM Suriah, angka kematian telah mencapai lebih dari 11 ribu orang.

(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads