"Sebanyak 31 warga sipil tewas terbunuh akibat serangkaian tembakan dari tentara pemerintah di wilayah Arbaeen, Hama," demikian seperti disampaikan oleh organisasi HAM Suriah, Syrian Observatory for Human Rights, dan dilansir oleh AFP, Selasa (24/4/2012).
Sedangkan 16 orang lainnya tewas akibat kekerasan di wilayah Provinsi Idlib. Di antara korban tewas tersebut, sebanyak 13 orang, termasuk wanita dan anak-anak, tewas akibat ledakan di sebuah lokasi penambangan di desa Jarjanaz.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya diberitakan, utusan khusus PBB untuk Suriah, Kofi Annan, telah meminta dilakukan gencatan senjata di seluruh wilayah Suriah. Gencatan ini dimaksudkan sebagai upaya untuk menekan kekerasan militer Suriah terhadap warga sipil dalam unjuk rasa yang berlangsung sejak awal tahun 2011 lalu.
Annan memerintahkan gencatan senjata diterapkan di Suriah sejak 12 April lalu. Namun ternyata itu hanya bertahan beberapa hari saja sebelum akhirnya aksi kekerasan militer kembali terjadi.
Aksi unjuk rasa menentang resim Presiden Bashar al-Assad hingga saat ini terus berlangsung di Suriah sejak Maret tahun lalu. Sejauh ini, PBB mencatat lebih dari 9 ribu orang tewas dalam unjuk rasa antirezim Assad sejak Maret 2011 lalu. Namun menurut organisasi pengamat HAM Suriah, angka kematian telah mencapai lebih dari 11 ribu orang.
(nvc/ita)











































