Christopher Hunnisett (28) juga diketahui sedang terlibat dalam kampanye untuk membasmi para penjahat seks di dunia. Setiap pria pedofil yang ia kenal, akan dihabisinya.
Christopher dan kekasihnya, Peter Bick (57) berkenalan di internet dan kemudian menjalani hubungan layaknya sepasang kekasih. Namun ketika dia mengira bahwa Peter seorang pedofil, Christopher yang mantan polisi ini langsung menghabisi nyawa pria itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Usai membunuh Bick, Christopher lalu pergi ke kantor polisi terdekat dan mengakui perbuatannya. Polisi menemukan jasad Bick dalam kondisi berlumuran darah di apartemennya di kawasan Sussex pada 11 Januari 2011.
Di persidangan, jaksa penuntut menyatakan polisi tidak menemukan bukti kuat bahwa Bick adalah seorang pedofil. Justru diketahui bahwa Bick beberapa kali berhubungan dengan pria dewasa.
"Hunnisett berupaya dengan cara yang licik agar motif pembunuhan yang dilakukannya benar-benar karena pria tersebut seorang pedofil," tutur jaksa penuntut Philip Katz dalam persidangan.
Terungkap juga dalam persidangan bahwa kali ini adalah kasus pembunuhan ketiga yang menjerat Christopher. Pada tahun 2002 lalu, Christopher dinyatakan bersalah atas kasus pembunuhan terhadap seorang pendeta berusia 81 tahun bernama Ronald Glazebrook.
Dalam kasus tersebut, Christopher juga menuding bahwa korbannya adalah seorang pedofil. Saat itu, pengadilan menjatuhkan hukuman seumur hidup kepada Christopher. Namun dia hanya menjalani hukuman selama 8 tahun dan dilepaskan pada tahun 2010. Dia juga dikenai tindak pidana percobaan pembunuhan terhadap sejumlah pria lainnya yang ia kenal melalui internet, dengan motif yang sama.
(nvc/ita)











































