Pada 20 April sekitar pukul 21.30 waktu setempat, Ngoi Weng Kwee sedang dalam perjalanan pulang ke rumahnya di wilayah Yishun. Tiba-tiba, ada 2 pria tak dikenal mendekatinya dari belakang dan kemudian menyekapnya.
Menurut keterangan putra Ngoi, kedua pria yang berbicara dalam bahasa Melayu tersebut dengan cepat menunjukkan kartu identitas mereka. Mereka mengaku sebagai polisi dari bagian investigasi kriminal. Kedua pria tersebut lantas memborgol tangan Ngoi dan memasukkannya ke dalam sebuah mobil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ngoi bahkan sempat disiram dengan air sebelum perampok-perampok tersebut pergi. Ditinggal sendirian di areal pemakaman, Ngoi kemudian berhasil keluar dengan hanya mengenakan pakaian dalamnya saja. Ngoi akhirnya ditemukan oleh mobil patroli polisi yang melintas.
Diketahui bahwa Ngoi memang suka mengenakan perhiasan yang mencolok. Saat perampokan terjadi, kakek ini tengah mengenakan jam tangan Rolex, kalung dan cincin emas senilai 10 ribu dolar Singapura (Rp 73 juta).
Perampok-perampok tersebut mengambil semuanya, termasuk juga kunci dan dompetnya yang berisi uang 100 dolar Singapura (Rp 734 ribu). Demikian seperti dilansir oleh AsiaOne, Senin (23/4/2012).
Kepada polisi, Ngoi tidak bisa mendeskripsikan pelaku perampokan karena salah satu matanya mengalami kebutaan akibat katarak. Namun dia menduga, para pelaku telah sejak lama mengamati gerak-geriknya. Ngoi sangat menyayangkan jam tangan Rolexnya yang digondol perampok, sebab barang mewah itu telah dipakainya selama 20 tahun terakhir.
(nvc/ita)











































