Pesawat Pengintai AS Pernah Mata-matai Persembunyian Osama di Pakistan

Pesawat Pengintai AS Pernah Mata-matai Persembunyian Osama di Pakistan

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 23 Apr 2012 15:45 WIB
Pesawat Pengintai AS Pernah Mata-matai Persembunyian Osama di Pakistan
Teheran, - Otoritas Iran berhasil memecahkan kode rahasia dalam pesawat pengintai tak berawak milik Amerika Serikat (AS) yang jatuh di wilayah Iran pada Desember 2011 lalu. Sejumlah data rahasia didapatkan. Salah satunya bahwa pesawat tersebut pernah mengintai tempat persembunyian Osama bin Laden di Pakistan.

Dari catatan misi intelijen dalam pesawat tersebut yang berhasil dibongkar oleh otoritas Iran, diketahui bahwa pesawat jenis RQ-170 Sentinel itu pernah melakukan misi pengintaian di wilayah barat laut Pakistan. Itu merupakan lokasi persembunyian pemimpin Al-Qaeda, Osama bin Laden. Misi tersebut dilakukan hanya berselang 2 minggu sebelum Osama tewas di tangan militer AS pada Mei 2011.

"Jika kami belum berhasil mengakses perangkat lunak dan sistem pesawat, tidak mungkin kami bisa mendapatkan informasi tersebut," tutur kepala divisi dirgantara militer Iran, Jenderal Amir Ali Hajizadeh, seperti dilansir oleh CNN, Senin (23/4/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lebih lanjut, Hajizadeh menuturkan, pihaknya berhasil mengungkap informasi penting lain seperti informasi protokol, catatan perbaikan dan serangan yang dilakukan pesawat pengintai tersebut. Pada Oktober 2010, pesawat tersebut diterbangkan ke California, AS untuk diperbaiki karena mengalami sejumlah masalah teknis.

Lalu pada November 2010, pesawat tak berawak tersebut diterbangkan ke Kandahar, Afghanistan untuk menjalankan misi pengintaian. Kemudian pada Desember 2010, pesawat pengintai tersebut dibawa ke sebuah bandara di dekat Los Angeles untuk kembali mendapat perbaikan pada bagian perlengkapan dan juga sensornya.

Setelah dilakukan serangkaian uji coba terbang di sana, pesawat tanpa awak tersebut dibawa kembali ke Kandahar untuk menjalankan misi pengintaian.

"Hampir tidak ada informasi rahasia yang tidak kami bongkar dari pesawat ini. Kami bahkan mengembalikan kembali data yang telah dihapus sebelumnya. Memang ada banyak kode dan karakter. Tapi kami mampu memecahkannya dengan rahmat Tuhan," tandas Hajizadeh.

Belum ada tanggapan resmi dari pihak AS terkait hal ini.

(nvc/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini