Insiden tersebut terjadi di wilayah Aba, Provinsi Sichuan, China pada Kamis, 19 April waktu setempat. Demikian disampaikan kelompok Free Tibet yang berbasis di London, Inggris seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (20/4/2012).
Menurut Free Tibet, insiden itu terjadi di depan sebuah biara Tibet Buddha di Kota Barma. Namun otoritas setempat menolak berkomentar mengenai aksi bakar diri tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut seorang biksu Tibet di biara dekat insiden tersebut, kedua orang tersebut telah tewas. "Ya, mereka tewas malam itu," katanya seraya menolak menjelaskan lebih jauh.
Dilaporkan sejauh ini, total 34 warga Tibet telah melakukan aksi bakar diri sejak awal tahun 2011 lalu. Aksi ini sebagai protes atas apa yang mereka anggap sebagai represi pemerintah China terhadap kebudayaan Tibet. Dari 34 orang tersebut, sebagian besar adalah para biksu Buddha. Kebanyakan dari mereka tewas karena mengalami luka-luka bakar yang sangat parah.
(ita/nrl)
