Taliban Kecam Tentara AS yang Berfoto Bersama Mayat Pengebom

Taliban Kecam Tentara AS yang Berfoto Bersama Mayat Pengebom

Rita Uli Hutapea - detikNews
Kamis, 19 Apr 2012 15:11 WIB
Taliban Kecam Tentara AS yang Berfoto Bersama Mayat Pengebom
Washington, - Ulah tentara Amerika Serikat di Afghanistan kembali memicu kontroversi. Kali ini terkuak bahwa tentara AS pernah berfoto bersama jasad tersangka pengebom bunuh diri. Kelompok militan Taliban pun mengecam ulah pasukan AS itu.

Taliban menyebut foto-foto yang dimuat Los Angeles Times, Rabu (18/4/2012) waktu setempat itu "tidak manusiawi". Taliban pun bersumpah akan melakukan pembalasan.

Foto-foto yang dijepret tahun 2010 tersebut menambah panjang serangkaian skandal yang telah memicu sentimen anti-Barat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam beberapa foto juga terlihat sejumlah polisi Afghan ikut berpose bersama sisa-sisa jasad pengebom bunuh diri yang hancur.

"Inilah yang diajarkan penjajah Amerika kepada budak-budak Afghan mereka," demikian pernyataan Taliban seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (19/4/2012).

Kelompok Taliban pun mengancam akan membalas kematian para militan tersebut.

Sebelumnya Menteri Pertahanan AS Leon Panetta telah mengecam tindakan pasukan AS tersebut dan berjanji akan menghukum mereka yang terlibat. Namun Panetta juga menyesalkan pihak Los Angeles Times yang tetap memuat gambar-gambar tersebut meski telah diminta untuk tidak melakukannya. Diingatkan Panetta, hal ini bisa memicu aksi balas yang kejam.

Harian Los Angeles Times memuat 2 dari 18 foto-foto yang diberikan oleh seorang tentara AS. Salah satu foto memperlihatkan seorang prajurit berfoto dengan salah satu tangan tersampir di bahu kanannya. Foto lainnya memperlihatkan sejumlah tentara menyeringai di belakang kaki-kaki gerilyawan Taliban yang hancur.

Ini adalah insiden terbaru dari tentara AS di Afghanistan yang memicu ketegangan hubungan antara Kabul dan Washington. Sebelumnya muncul video tentara AS mengencingi mayat-mayat warga Afghanistan, membakar Quran dan penembakan beberapa wanita dan anak-anak Afghanistan oleh seorang sersan AS.



(ita/nrl)


Berita Terkait