Bahkan sejumlah penumpang menuding kru pesawatlah yang paling panik saat pesawat mendarat darurat pada Senin, 16 April sekitar pukul 12.30 waktu setempat.
Begitu pesawat mendarat, mobil-mobil polisi telah menunggu di bandara. Begitu pula dengan empat kendaraan dinas pemadam kebakaran, paramedis dan sebuah helikopter. Para petugas pemadam kebakaran pun bergegas menggunakan alat pemadam api untuk menjinakkan si jago merah saat Airbus tersebut telah berhenti di landasan.
Salah seorang penumpang, Tom Alridge mengatakan, seorang kru kabin panik setelah pesawat mendarat. "Dia berteriak-teriak: turun-turun!" sembari mendorong para penumpang untuk turun dengan menggunakan perosotan darurat (emergency slides).
"Ada yang patah pergelangan kaki, ada yang terbentur kepalanya saat dia menuruni perosotan," tutur Alridge seperti diberitakan Daily Mail, Selasa (17/4/2012).
Penumpang lainnya, Mark Bell menyampaikan hal yang sama. "Saya tahu ada yang tak beres ketika kami lepas landas. Pesawat benar-benar goyang," tutur Bell.
"Kru kabin memperparah keadaan. Mereka semua sangat panik. Kami tak diberitahu apapun kecuali kami harus kembali ke Gatwick dan melakukan pendaratan darurat," cetusnya.
"Kami mengitari bandara dua kali sebelum mendarat. Kami disuruh untuk evakuasi, evakuasi, evakuasi," imbuh Bell.
Pesawat bertujuan Orlando di Florida, AS itu baru saja mengudara selama 15 menit ketika tiba-tiba api muncul di kokpit. Sebagai langkah pencegahan, pilot pun memutuskan untuk kembali ke Bandara Gatwick.
Belum diketahui penyebab munculnya api tersebut. Insiden yang menyebabkan 15 orang terluka ini masih diselidiki pihak berwenang.
(ita/nrl)











































