Jenderal Martin Dempsey, ketua Kepala Staf Gabungan AS mencetuskan, insiden tersebut telah menjadi gangguan yang membayangi "kunjungan kepresidenan yang sangat penting."
"Kami malu," kata Dempsey seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (17/4/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditegaskan Dempsey, investigasi militer akan meminta pertanggungjawaban setiap personel yang "telah melanggar perintah atau kebijakan ataupun hukum."
Menyusul terkuaknya skandal memalukan tersebut, 11 agen Dinas Rahasia dan setidaknya lima personel militer AS langsung ditarik dari tugas-tugas mereka di Cartagena, Kolombia saat berlangsung KTT Amerika, Summit of the Americas. Mereka telah dipulangkan ke AS.
Dinas Rahasia AS kini masih menyelidiki dugaan bahwa mereka membawa pelacur-pelacur ke kamar-kamar hotel mereka di Cartagena pada Rabu, 11 April malam waktu setempat lalu. Bahkan salah satu personel sempat cekcok soal pembayaran dengan salah seorang pekerja seks tersebut. Skandal seks ini telah menimbulkan kegeraman Obama yang menjanjikan penyelidikan mendalam dan menyeluruh atas insiden tersebut.
(ita/nrl)











































