Belum Ada Tanda-tanda Peluncuran Roket Korut, Jepang & Korsel Waspada

Belum Ada Tanda-tanda Peluncuran Roket Korut, Jepang & Korsel Waspada

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 12 Apr 2012 10:56 WIB
Belum Ada Tanda-tanda Peluncuran Roket Korut, Jepang & Korsel Waspada
Pyongyang, - Mulai hari ini, tanggal 12 April, memasuki jadwal peluncuran roket Korea Utara (Korut) yang memicu kecaman banyak pihak. Tapi hingga saat ini, belum terlihat tanda-tanda persiapan bahwa peluncuran akan dilakukan hari ini.

Korut telah menyebutkan bahwa pihaknya akan melakukan peluncuran roket antara 12-16 April, tanpa menyebut waktu pastinya. Diperkirakan, peluncuran roket akan dilakukan antara pukul 22.00 hingga pukul 03.00 waktu GMT. Demikian seperti dilansir oleh AFP, Kamis (12/4/2012).

Dijelaskan Korut, peluncuran roket ini dilakukan dalam rangka memperingati 100 tahun kelahiran pendiri Korut, Kim Il-Sung, yang jatuh pada 15 April. Meski mendapat kritikan dan kecaman banyak pihak, namun otoritas Korut bersikeras untuk tetap meluncurkan roket jarak jauh tersebut.

Korut berulang kali menegaskan bahwa peluncuran roket ini bertujuan damai, yakni untuk meletakkan sebuah satelit pada orbit di luar angkasa. Namun, negara-negara Barat tetap bersikukuh bahwa peluncuran ini merupakan uji coba rudal terselubung, yang jelas-jelas dilarang oleh PBB.

Kemarin (11/4), otoritas Korut menyatakan, pihaknya telah selesai memasang muatan dan bahan bakar pada roket setinggi 30 meter itu. Menanggapi hal tersebut, pemerintah Korea Selatan (Korsel) dan Jepang yang merupakan negara tetangga Korut, terus waspada dan melakukan pemantauan hingga saat ini.

Tapi menurut kedua negara tersebut, belum ada tanda-tanda bahwa roket akan diluncurkan hari ini.

"Jadi kami meyakini, ada kecil kemungkinan bahwa roket tersebut akan diluncurkan hari ini, seperti yang dikatakan sebelumnya bahwa peluncuran akan dilakukan antara pukul 07.00 hingga siang hari (waktu Korut)," ujar salah seorang pejabat pemerintah Korsel kepada kantor berita Yonhap.

"Kami terus memantau perkembangan dengan seksama," tutur juru bicara Kementerian Pertahanan kepada wartawan setempat.

Sedangkan Perdana Menteri Jepang, Yoshihiko Noda, menyatakan pihaknya dalam kondisi siaga tinggi menjelang peluncuran roket. Jepang, lanjutnya, juga terus mendorong Korut untuk membatalkan peluncuran tersebut. "Tapi kami ingin sepenuhnya siap dalam menghadapi berbagai kondisi yang mendesak," ucap Noda.

Menurut Noda, jika benar peluncuran tetap dilakukan, Jepang telah bersiap untuk menembak jatuh roket tersebut jika mengancam wilayah Jepang. Secara terpisah, juru bicara pemerintah Jepang, Osamu Fujimura, menyatakan pihaknya belum mendapat informasi terkini soal jadwal pasti peluncuran roket Korut.

(nvc/nrl)


Berita Terkait