Adalah seorang chef dari Hullett House Hotel di Hong Kong, Phillippe Orrico, yang berniat menciptakan kembali menu tersebut. Menurutnya, menu original dari Titanic ini akan diciptakan kembali dalam rangka memperingati 100 tahun tragedi karamnya kapal mewah tersebut pada 15 April mendatang.
"Suatu hari, saya sedang mencari-cari menu makanan yang berbeda, dan saya menemukan menu yang ditawarkan di Titanic. Menu ini diselamatkan oleh seseorang yang berada di kelas satu. Tahun ini, kami pikir ini akan menarik untuk menciptakan kembali menu tersebut karena tepat 100 tahun sejak kapal tersebut tenggelam," ujar Phillppe Orrico yang merupakan chef eksekutif pada hotel tersebut, kepada kantor berita AFP, Rabu (11/4/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Paket menu mewah ini dibuka dengan hidangan oyster dengan saus vodka, kemudian dilanjutkan dengan consommé Olga made with scallops, slow-cooked poached salmon, sautéed chicken and lamb with mint sauce, punch romaine, dan diakhiri dengan puding Waldorf dan es krim.
"Yang menarik dari menu ini adalah saat awal kita mencicipinya. Menu seperti ini sebenarnya relatif baru saat itu. Sangatlah menarik jika kita melihat bahwa menu yang dihidangkan 100 tahun kemudian lebih banyak sayurannya. Sebelumnya, lebih banyak daging, lebih banyak ikan. Namun struktur menu dan struktur resepnya tetap sama," jelas Orrico.
Chef Orrico memastikan bahwa menu yang dihidangkan berasal dari resep asli yang diciptakan 100 tahun lalu. Namun lanjutnya, porsi hidangan akan sedikit dikurangi demi menjaga cita rasa modern. Demi menciptakan suasana dalam kapal Titanic, Orrico juga mempelajari tata letak meja makan, anggur, gelas, lilin, dan sebagainya.
Bahkan, para pelayan akan mengenakan seragam yang sama persis dengan yang digunakan oleh pelayan di Titanic seabad lalu. Makanan-makanan tersebut juga akan dihidangkan di atas piring keramik China yang sama, yakni berasal dari pembuat keramik Inggris, William Brownfield & Sons.
Dalam tragedi yang terjadi tepat 100 tahun lalu itu, terdapat lebih dari 1.500 orang yang tewas. Diketahui bahwa kapal tersebut ditumpangi oleh 8 pelaut asal Hong Kong, yang 6 orang di antaranya berhasil selamat.
(nvc/ita)











































