Gedung Putih menolak desakan Israel untuk membebaskan Jonathan Pollard, warga Israel yang mendekam di penjara atas dakwaan spionase. Padahal para pemimpin Israel telah berulang kali meminta pemerintah AS untuk membebaskan Pollard karena kesehatannya yang memburuk.
Presiden Israel Shimon Peres bahkan telah mengirimkan surat kepada Presiden AS Barack Obama, yang isinya meminta Obama membebaskan Pollard. Warga Israel itu telah dipenjara sejak 1985 karena menyampaikan dokumen-dokumen rahasia AS ke Israel.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga telah mendesak AS untuk melepaskan Pollard. "Inilah waktunya untuk membebaskan Pollard... Saya telah melakukan banyak hal untuk pembebasannya, dan akan terus berbuat untuk itu," tutur Netanyahu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tak ada perubahan dalam sikap kami," tegas Vietor, juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih.
Sebelumnya pada Jumat, 6 April lalu, media Israel memberitakan bahwa Pollard dilarikan ke rumah sakit dekat penjaranya di North Carolina. Pria berumur 57 tahun itu didakwa menyerahkan ribuan dokumen rahasia mengenai aktivitas mata-mata Amerika di dunia Arab kepada Israel antara Mei 1984 dan penangkapannya pada November 1985.
Pemerintah Israel mencetuskan, hukuman penjara yang dijatuhkan pada Pollard dan penolakan AS untuk meringankan hukumannya, sudah sangat keterluan. Apalagi mengingat dia hanya memberikan informasi rahasia tersebut kepada negara sekutu: AS.
(ita/nrl)











































